Mengupas News dan Analisa terkini Forex, Index Saham, Komoditi, CFD.

Perbandingan Emas Fisik vs Emas Online


Rekan-rekan pembaca, tentu saja perkembangan teknologi yang ada sekarang ini jauh lebih canggih dan maju, sehingga kita sangat dipermudah untuk akses informasi dan transaksi di pasar. Kali ini saya pun akan kembali mengajak Anda untuk melihat investasi komoditi paling populer sekarang ini yaitu EMAS. Walaupun saat ini emas online ramai dibicarakan, namun wajib bagi kita memahami kelemahan dan kelebihan bertransaksi emas secara “online” ini. Ditulisan saya sebelumnya, ada yang mengatakan  emas online adalah “spekulasi”. Nah, jelas menjadi spekulasi bila Anda tidak tahu. Tujuannya dari tulisan kali ini adalah membuka wawasan masyarakat tentang berbagai alternatif investasi emas yang selama ini belum banyak diketahui. Dengan demikian, masyarakat pun bisa menentukan apa investasi yang tepat untuk karakter pribadi masing-masing.
Safir Senduk, seorang perencana keuangan muda yang kini sering kali wara wiri di tv dalam wawancaranya di majalah Futures Mothly mengatakan bahwa calon investor itu harus  memiliki skill untuk menentukan risk dan return. Ia mengatakan bahwa seorang yang ingin berinvestasi harus memiliki tolak akur sendiri ketika memutuskan ingin berinvestasi, setidak-tidaknya ada 3 kriteria : 1. Cocok dengan tujuan kita, 2. Cocok dengan profl pribadi kita, 3. Mempunyai prospek yang baik untuk jangka waktu yang memang menjadi tujuan kita. Well, ketiga hal ini menjadi point penting bagi siapapun yang ingin berinvestasi, termasuk investasi emas.
Nah, kembali lagi ke jenis investasi emas yang lagi marak di masyarakat Indonesia yaitu fisik, gadai emas, kebun emas, dan emas online. Mari kita telaah sistemnya.
1. Emas Fisik
Investasi ini mungkin investasi tertua di dunia. Caranya dengan membeli emas berbentuk fisik lalu disimpan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya keuntungan akan terasa bila disimpan jangka panjang, paling tidak 2-3 tahun Anda sudah merasakan hasilnya.  Untuk keamanan, emas biasanya disimpan dalam deposit box di bank dengan biaya sewa tertentu. Bagaimana cara mendapatkan keuntungannya? Investor akan mendapatkan keuntungan ketika harga emas mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Namun ketika harga turun, tentu saja mengalami kerugian. Namun karena ada “fisik”, investor bisa memilih menunggu lebih lama hingga harna naik kembali meski harus menunggu lebih lama.
2. Berkebun Emas
Ini salah satu hot topik beberapa waktu lalu di media massa. Berkebun emas adalah pembelian emas secara tunai untuk kemudian di gadaikan. Uang gadai akan dihitung sebagai modal untuk membeli emas lagi. Hal ini dilakukan seterusnya hingga beberapa kali. Emas yang terakhir kali di gadaikan nilainya harus bisa melunasi emas yang digadaikan. Investor akan mendapatkan keuntungan bila harga emas naik melebihi bung, kira-kira berkisar antara 1.0%-1,5% per bulan. Jika harga tidak lebih besar dari jumlah bunga yang dibayar, maka investor rugi. Apalagi bila harga sewaktu-waktu anjlok, mengingat harga emas yang begitu fluktuatif.
3. Gadai Emas
Hampir mirip dengan berkebun emas, gadai emas memberikan kesempatan seseorang untuk memiliki emas dengan cara mencicil. Investor mebayar DP (down payment) di awal transaksi nilai emasi tertentu yag sudah ditetapkan oleh lembaga keuangan yang memang lebih rendah dari harga pasar. Pada bulan yang sudah disepakati investor wajib melunasi sisa harga pembelian emas tersebut. Sistem ini memberlakukan bungan senilai 1,5% per bulan. Bagaimana bisa untung? Jika harga mengalami kenaikan dengan jumlah lebih besar dibanding bunga yang di bayar.
4.  Emas Online
Sistem emas online ini dinaungi oleh bursa berjangka dan transaksi berdasarkan harga emas internasional (loco london) dengan menggunakan kontrak juga menggunakan sistem leverage, yang meungkinkan investor mendapatkan keuntungan yang besar. Walau demikian bisa berkebalikan bila tidak ada manajemen resiko yang benar. Untuk emas online ini, investor harus memiliki dana yang sudah dittetapkan sebelumnya di perusahaan pialang. Uniknya sistem jual beli bisa 2 peluang yakni membeli bila harga diprediksi naik, atau menjual bila harga diprediksi turun. Nah, ada baiknya calon investor mempelajari faktor untung dan ruginya, selain itu bunga yang dibebankan relatif lebih kecil jika di bandingkan investasi emas lainnya seperti gadai emas dan berkebun emas.
Berikut ini adalah perbandingan, silahkan dipilih yang mana yang cocok untuk Anda.
Dari beberapa uraian diatas, semoga membuka wawasan kita tentang ragam investasi emas. Pilihan yang tepat dan disesuaikan dengan profil pribadi kita akan membuat nilai investasi menjadi lebih bermakna. Investasi emas memang menjanjikan, namun bukan berarti tanpa resiko. Pahami segala seluk beluk produknya agar Anda dapat memahami resikonya.



@



1 comments - Skip ke Kotak Komentar

Bima Ardea said...

artikel yang bagus menngai emas ini dikupas secara lengkap, di octafx juga terdapat pasangan mata uang yang menggunakan emas. dan kita bisa melakukannya jika bisa memahami karakteristik pergerakannya secara baik dan juga mempunyai margin yang cukup kuat

Post a Comment - Kembali ke Konten

Powered by Blogger.
Perbandingan Emas Fisik vs Emas Online